MAKALAH MOTIVASI
MAKALAH
MOTIVASI
Disusun
oleh :
Nama :
Saeful Amin
Nim :
2124100214
Kelas :
3 H
PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
GALUH CIAMIS
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr. Wb
Puji
dan syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa mencurahkan rahmat dan
hidaya-Nya makalah yang berjudul “ MOTIVASI “ ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya.
Selama
penyusunan makalah ini, penyusun ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun spiritual atas
wujudnya makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah yang membahas tentang Motivasi
ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi penyusunan maupun
isinya, oleh sebab itu penyusun menucapkan terima kasih jika ada pihak yang
memberikan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
Wassalmualaikum
Wr.Wb
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR............................................................................................. i
DAFTAR
ISI........................................................................................................... ii
BAB
I Pendahuluan................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang................................................................................................... 1
1.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi..................................................... 2
1.3 Sejarah Teori Motivasi....................................................................................... 4
1.4 Definisi Motivasi ............................................................................................... 5
BAB
II Pembahasan Tentang Motivasi Berprestasi................................................ 7
2.1 Devinisi Motivasi............................................................................................... 7
2.2 Teori-teori Motivasi...........................................................................................
9
2.3 Pengertian Motivasi......................................................................................... 12
2.4 Model Umum Motivasi.................................................................................... 13
2.5 Teori Motivasi.................................................................................................. 14
2.6 Jenis Motivasi................................................................................................... 21
2.7 Indikator Motivasi........................................................................................... 21
BAB III Penutup................................................................................................... 22...........
3.1 Kesimpulan...................................................................................................... 22
DAFTAR
PUSTAKA........................................................................................... 24
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga
tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut
merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku,
dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu. Setiap tindakan yang
dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat). Menurut Wexley
& Yukl (dalam As’ad, 1987) motivasi adalah pemberian atau penimbulan motif,
dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif. Sedangkan menurut Mitchell
(dalam Winardi, 2002) motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang
menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan-
kegiatan sukarela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.
Sedangkan
menurut Gray (dalam Winardi, 2002) motivasi merupakan sejumlah proses,
yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan
timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan-
kegiatan tertentu.
Morgan
(dalam Soemanto, 1987) mengemukakan bahwa motivasi bertalian dengan tiga
hal yang sekaligus merupakan aspek- aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut
adalah: keadaan yang mendorong tingkah laku (motivating states), tingkah
laku yang di dorong oleh keadaan tersebut (motivated behavior), dan
tujuan dari pada tingkah laku tersebut (goals or ends of such behavior).
McDonald (dalam Soemanto, 1987) mendefinisikan motivasi sebagai perubahan
tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-
reaksi mencapai tujuan. Motivasi merupakan masalah kompleks dalam organisasi,
karena kebutuhan dan keinginan setiap anggota organisasi berbeda satu dengan
yang lainnya. Hal ini berbeda karena setiap anggota suatu organisasi adalah
unik secara biologis maupun psikologis, dan berkembang atas dasar proses
belajar yang berbeda pula (Suprihanto dkk, 2003).
Soemanto
(1987) secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang
ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi pencapaian tujuan. Karena
kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan
tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di
dalam diri seseorang.
Dari uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah energi aktif yang menyebabkan terjadinya suatu perubahan
pada diri sesorang yang nampak pada gejala kejiwaan, perasaan, dan juga emosi,
sehingga mendorong individu untuk bertindak atau melakukan sesuatu dikarenakan
adanya tujuan, kebutuhan, atau keinginan yang harus terpuaskan.
1.2
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Motivasi
seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :
a.
Faktor Internal; faktor yang
berasal dari dalam diri individu, terdiri atas:
·
Persepsi individu mengenai diri
sendiri; seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak
tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang
dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak;
·
Harga diri dan prestasi;
faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar
menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan
status tertentu dalam lingkungan masyarakat; serta dapat mendorong individu
untuk berprestasi;
·
Harapan; adanya
harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari
lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan
merupakan tujuan dari perilaku.
·
Kebutuhan; manusia
dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi
secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan
mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan
dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
·
Kepuasan kerja; lebih
merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai
goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku.
b.
Faktor Eksternal; faktor
yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas:
·
Jenis dan sifat pekerjaan;
dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan
objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap
atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi
oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud;
·
Kelompok kerja dimana
individu bergabung; kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu
bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai
suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat
membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran,
kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya
dalam kehidupan sosial.
·
Situasi lingkungan pada
umumnya; setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam
melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
·
Sistem imbalan yang
diterima; imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang
dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah
arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan
yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk
berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika
tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.
Motivasi
adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan
seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama dalam definisi ini
adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan
teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun
teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah
perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki
motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat
untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang
sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di
masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam
percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi".
Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki
semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan
penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi
sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan
semangat.
Dalam
hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa
giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi
kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang
menguntungkan organisasi.Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran
mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.
1.3
Sejarah Teori Motivasi
Tahun
1950an merupakan periode perkembangan konsep-konsep motivasi. Teori-teori yang
berkembang pada masa ini adalah hierarki teori kebutuhan, teori X dan Y, dan
teori dua faktor. Teori-teori kuno
dikenal karena merupakan dasar berkembangnya teori yang ada hingga saat ini
yang digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di dunia dalam
menjelaskan motivasi karyawan.
Teori
motivasi yang paling terkenal adalah hierarki teori
kebutuhan milik Abraham Maslow.Ia membuat hipotesis
bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi
dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih
sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor
penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan,
pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri).
Maslow
memisahkan lima kebutuhan ke dalam urutan-urutan. Kebutuhan fisiologis dan rasa aman
dideskripsikan sebagai kebutuhan tingkat bawah sedangkan kebutuhan sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri sebagai kebutuhan tingkat
atas. Perbedaan antara kedua tingkat tersebut adalah dasar pemikiran bahwa
kebutuhan tingkat atas dipenuhi secara internal sementara kebutuhan tingkat
rendah secara dominan dipenuhi secara eksternal.
Teori
kebutuhan Maslow telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini
logis secara intuitif. Namun, penelitian tidak memperkuat teori ini dan Maslow tidak
memberikan bukti empiris dan beberapa penelitian yang berusaha mengesahkan
teori ini tidak menemukan pendukung yang kuat.
1.4
Definisi Motivasi
Suatu
variable perantara yang digunakan untuk menerangkan faktor-faktor dalam diri
individu, yang dapat membangkitkan, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku
ke arah suatu tujuan tertentu (J.P. Chaplin).
Motivasi
berhubungan dengan kekuatan (dorongan) yang berada di dalam diri manusia Motivasi tidak dapat terlihat
dari luar.
Motivasi
dapat menggerakkan manusia untuk menampilkan suatu tingkah laku kearah pencapaian
suatu tujuan. Tingkah laku dapat dilandasi oleh berbagai macam motivasi Sulit mempelajari
Motivasi
·
Motivasi tidak dapat dilihat
bahkan adakalanya tidak dapat disadari.
·
Motivasi yang sama dapat tampil
dalam bentuk tingkah laku yang berbeda.
·
Motivasi yang berbeda bisa
saja tampil dalam bentuk tingkah laku yang sama.
Sebuah tingkah laku bisa
dilandasi oleh beberapa motivasi sekaligus.
3 katagori MOTIF (1)
·
Motif Primer :
Ø Dibawa sejak lahir & bukan hasil proses belajar
Ø Faali/psikologis
Ø Kebutuhan untuk makan & minum
·
Motif Umum :
Ø Dibawa sejak lahir & bukan hasil proses belajar
Ø Tidak berhubungan dengan proses faali tubuh manusia
Ø Kebutuhan kasih sayang, rasa ingin tahu & diperhatikan.
·
Motif Sekunder :
Ø Tumbuh sebagai hasil proses belajar
Ø Tidak berhubungan dengan proses faali
Ø Kebutuhan berprestasi & berkuasa
BAB II
PEMBAHASAN
TENTANG MOTIVASI BERPRESTASI
2.1
Devinisi Motivasi
Motivasi
adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk
bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak
memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari
dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri,
faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar
adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi
dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Pada
dasarnya motivasi itu hanya dua, yaitu untuk meraih kenikmatan atau
menghindari dari rasa sakit atau kesulitan. Uang bisa menjadi motivasi kenikmatan
maupun motivasi menghindari rasa sakit. Jika kita memikirkan uang supaya kita
tidak hidup sengsara, maka disini alasan seseorang mencari uang untuk
menghindari rasa sakit. Sebaliknya ada orangyang mengejar uang karena
ingin menikmati hidup, maka uang sebagai alasan seseorang untuk meraih
kenikmatan.
Menurut
Walgito (2002):
Motif berasal dari
bahasa latin movere yang
berarti bergerak atau tomove
yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif sebagai pendorong tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait dengan faktor lain yang disebut dengan motivasi.Menurut Caplin (1993) motif adalah suatau keadaan ketegangan didalam individu yang membangkitkan, Memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada tujuan atau sasaran. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa yang mendorong individu untuk
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi disekitarnya (Woodworth dan Marques dalam Mustaqim, 1991). Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan dari dalam yang memberi kekuatan, yang menggiatkan atau menggerakkan, dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah tujuan-tujuan tertentu.
yang berarti kekuatan dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat (driving force). Motif sebagai pendorong tidak berdiri sendiri tetapi saling terkait dengan faktor lain yang disebut dengan motivasi.Menurut Caplin (1993) motif adalah suatau keadaan ketegangan didalam individu yang membangkitkan, Memelihara dan mengarahkan tingkah laku menuju pada tujuan atau sasaran. Motif juga dapat diartikan sebagai tujuan jiwa yang mendorong individu untuk
melakukan aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi disekitarnya (Woodworth dan Marques dalam Mustaqim, 1991). Sedangkan menurut Koontz dalam Moekjizat (1984) motif adalah suatu keadaan dari dalam yang memberi kekuatan, yang menggiatkan atau menggerakkan, dan yang mengarahkan atau menyalurkan perilaku kearah tujuan-tujuan tertentu.
Menurut
Gunarsa (2003):
Terdapat dua motif
dasar yang menggerakkan perilaku
seseorang, yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Sementara Maslow A.H. menggolongkan tingkat motif menjadi enam, yaitu: kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan seks, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (dalam Mahmud, 1990).
seseorang, yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Sementara Maslow A.H. menggolongkan tingkat motif menjadi enam, yaitu: kebutuhan fisik, kebutuhan rasa aman, kebutuhan akan kasih sayang, kebutuhan seks, kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (dalam Mahmud, 1990).
Terlepas
dari beberapa definisi tentang motif diatas, tentu kita dapat menarik suatu
kesimpulan bahwa motif adalah suatu dorongan dari dalam diri individu yang
mengarahkan pada suatu aktivitas tertentu dengan tujuan tertentu pula.
Sementara
itu motivasi didefinisikan oleh MC. DOnald (dalam Hamalik, 1992) sebagai suatu
perubahan energi didalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya
afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurutnya terdapat tiga unsur yang
berkaitan dengan motivasi yaitu :
1. Motif dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi, misalnya
adanya perubahan dalam sistem pencernaan akan menimbulkan motif lapar.
2. Motif ditandai dengan timbulnya perasaan (afectif arousal),
misalnya karena amin tertarik dengan tema diskusi yang sedang diikuti, maka dia
akan bertanya.
3. Motif ditandai oleh reaksi-rekasi untuk mencapai tujuan.
Menurut Terry (dalam
Moekjizat, 1984):
Motivasi adalah keinginan didalam diri individu yang
mendorong individu untuk bertindak.latihan atau kegiatan lainnya yang
menimbulkan suatu perubahan secara kognitif,afektif dan psikomotorik pada
individu yang bersangkutan.
Menurut Chung dan Meggison
adalah:
Motivasi merupakan prilaku yang ditujukan kepada sasaran,
motivasi
berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar
suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerja dan fermormasi
pekerjaan)
berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar
suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerja dan fermormasi
pekerjaan)
Menurut Heidjrachman dan
Suad Husnan adalah:
Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi
seseorangagar mau melakukan sesuatu yang diinginkan.Dari defenisi di atas dapat
ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya defenisi diatas mempunyai pengertian
yang sama, yaitu semuanya mengandung unsur dorongan dan keinginan.
2.2
Teori-teori motivasi
Teori
Insentif : Yaitu teori yang mengatakan bahwa
seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan
dia dapatkan. Misalnya, Anda mau bekerja dari pada sampai sore karena Anda tahu
bahwa Anda akan mendapatkan intensif berupa gaji. Jika Anda tahu akan
mendapatkan penghargaan, maka Anda pun akan bekerja lebih giat lagi. Yang
dimaksud insentif bisa tangible atau intangible. Seringkali sebuah pengakuan
dan penghargaan, menjadi sebuah motivasi yang besar.
Dorongan
Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya
masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada
sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi. Sebagai contoh, saat
kita sedang haus, kita akan lebih haus lagi saat melihat segelas sirup dingin
kesukaan Anda. Perut kita akan menjadi lapar saat mencipum bau masakan favorit
Anda. Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir
untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.
Teori
Hirarki Kebutuhan : Teori ini dikenalkan oleh
Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan
alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan
akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai
kebutuhan akan aktualisasi diri.
Takut
Kehilangan vs Kepuasan: Teori ini mengatakan
bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan
dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah
ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki. Misalnya seseorang yang
termotivasi berangkat kerja karena takut kehilangan gaji. Ada
juga orang yang giat bekerja demi menjawab sebuah tantangan, dan ini
termasuk faktor kepuasan. Konon, faktor takut kehilangan lebih kuat dibanding
meraih kepuasan, meskipun pada sebagian orang terjadi sebaliknya.
Kejelasan
Tujuan: Teori ini mengatakan bahwa kita akan
bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul
bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan
yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan
tujuan)
Pengertian Prestasi
Menurut
Sardiman A.M (2001:46) “Prestasi adalah
kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang
mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”.
Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu
dari satu kegiatan atau usaha”.
Menurut Kamus Umum Bahasa
Indonesia (1996:186) “Prestasi adalah
hasil yang telah dicapai (dilakukan, dikerjakan dan sebagainya)”. Sedangkan
menurut W.S Winkel (1996:165) “Prestasi
adalah bukti usaha yang telah dicapai.
Dari
beberapa pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi merupakan
suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan.
Pengertian Motivasi Berprestasi
Motivasi
berprestasi merupakan konsep yang dikembangkan pertama kali oleh Alexander
Murray dengan istilah need for achievement (Petri, 1981). Selanjutnya
McClelland dan Atkinson melanjutkannya dengan penelitian tentang hal tersebut
dalam bentuk konsep teoritik tentang motivasi berprestasi (Buck, 1988).
Motivasi
berprestasi menurut McClelland dan Atkinson (Buck, 1988) adalah upaya untuk
mencapai sukses dengan berkompetisi dengan suatu ukuran keunggulan. Standar
keunggulan yang dimaksud adalah berupa prestasi orang lain atau prestasi
sendiri yang pernah diraih sebelumnya. Heckhausen (1967) memberi pengertian
motivasi berprestasi sebagai usaha keras idiividu untuk meningkatkan atau
mempertahankan kecakapan diri setinggi mungkin dalam semua aktivitas dengan
menggunakan standar keunggulan sebagai pembanding. Standar keunggulan dapat
berupa tingkat kesempurnaan hasil pelaksanaan tugas (berkaitan dengan tugas),
perbandingan dengan prestasi sendiri (berkaitan dengan diri sendiri) dan
perbandingan dengan orang lain (berkaitan dengan orang lain).
Martaniah
(1979) memberi pengertian tentang motivasi berprestasi sebagai motif yang
mendorong indivivu untuk berpacu dengan ukuran keunggulan. Ukuran keunggulan
ini dapat menggunakan dirinya sendiri, orang lain dan dapat pula kesempurnaan
tugas.
Pengertian-pengertian
tersebut memberikan pemahaman bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu
dorongan dari dalam diri individu untuk mencapai suatu nilai kesuksesan. Di
mana nilai kesuksesan tersebut mengacu pada perbedaannya dengan suatu
keberhasilan atas penyelesaian masalah yang pernah diraih oleh individu maupun
berupa keberhasilan individu lain yang dianggap mengandung suatu nilai
kehormatan.
Komponen Motivasi Berprestasi
Motivasi
berprestasi terdiri atas dorongan-dorongan dari dalam ind ividu untuk dapat
mencapai tujuan dan bertahan ketika menghadapi rintangan. Weiner (1972)
mengemukakan bahwa motivasi berprestasi terdiri atas empat komponen.
Pertama . Menyukai
aktivitas yang prestatif dan mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan dan usaha
keras. Individu akan meras puas dan bangga atas keberhasilannya sehingga akan
berusaha keras untuk meiningkatkan segala kemungkinan untk berprestasi. Ketika
mengerjakan tugas ia lebih didorong oleh harapan untuk sukses daripada untuk
menghindari gagal (Heckhausen, 1967).
Kedua. Beranggapan bahwa
kegagalan disebabkan oleh kurangnya usaha. Individu dengan motivasi berprestasi
tinggi akan merasa marah pada diri sendiri dan merasa menyesal apabila prestasi
yang dicapai tidak sebaik apa yang diharapkan, karena ia seharusnya dapat
mencapai prestasi yang tinggi kalau ia berusaha lebih keras lagi (Madina,
1998).
Ketiga. Selalu
menampilkan perasaan suka bekerja keras dibanding individu lain yang mempunyai
motivasi berprestasi rendah. Hal ini menjadikan ketangguhan individu dalam
menjalankan tugas. Ia akan memelihara kualitas kerja yang tinggi untuk
menyelesaikan tugas dengn sukses, untuk dapat mencapai prestasi terbaik yang
dapat diraihnya dan mengungguli orang lain (Heckhausen, 1967).
Keempat. Mempunyai
satu pertimbangan dalam memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang, yaitu
tugas yang tidak terlalu mudah tetapi juga tidak terlalu sukar. Hal ini
dikarenakan orientasi motivasi berprestasi adalah adanya kesuksesan sebagai
nilai prestasi, sehingga tugas yang terlalu mudah tidak bernilai tantangan dan
tugas yang terlalu sulit akan sedikit memberikan kemungkinan untuk berhasil.
2.3
Pengertian Motivasi
Motivasi
berasal dari kata lain “MOVERE” yang berarti dorongan atau daya
penggerak.Michel J. Jucius menyebutkan motivasi sebagai kegiatan memberikan
dorongan kepadaseseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang
dikehendaki.Menurut Dadi Permadi, motivasi adalah dorongan dari dalam untuk
berbuat sesuatu, baikyang positif maupun yang negatif.
Sedangkan
menurut Ngalim Purwanto, apa saja yang diperbuat manusia, yang pentingmaupun
kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selaluada
motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada
motif tertentu sebagai dorongan ia
melakukan tindakannya itu.Bertentangan dengan Purwanto, Nasution
membedakan antara motif dan motivasi. Motif adalah segala daya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkanmotivasi adalah
usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi, sehingga orang itu mauatau ingin
melakukannya. Berdasarkan deskripsi di atas, motivasi adalah keadaan individu
yang terangsang yangterjadi jika suatu motif telah dihubungkan dengan suatu
pengharapan yang sesuai. Sedangkan motif adalah segala daya yang mendorong
seseorang untuk melakukansesuatu. Motif tidak dapat dilihat begitu saja dari
perilaku seseorang karena motif tidakselalu seperti yang tampak, bahkan
kadang-kadang berlawanan dari yang tampak.Tingkah laku seseorang sangat
dipengaruhi dan dirangsang oleh keinginan, kebutuhan, tujuan dan kepuasannya.
Baik yang bersumber dari dalam (internal), maupun dari luar (eksternal).
Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya.
Sedangkan
menurut Ngalim Purwanto, apa saja yang diperbuat manusia, yang pentingmaupun
kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selaluada
motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada
motif tertentu sebagai dorongan ia
melakukan tindakannya itu.Bertentangan dengan Purwanto, Nasution
membedakan antara motif dan motivasi. Motif adalah segala daya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkanmotivasi adalah
usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi, sehingga orang itu mauatau ingin melakukannya.Berdasarkan
deskripsi di atas, motivasi adalah keadaan individu yang terangsang yangterjadi
jika suatu motif telah dihubungkan dengan suatu pengharapan yang
sesuai.Sedangkan motif adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk
melakukansesuatu. Motif tidak dapat dilihat begitu saja dari perilaku seseorang
karena motif tidakselalu seperti yang tampak, bahkan kadang-kadang berlawanan
dari yang tampak.Tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi dan dirangsang oleh
keinginan, kebutuhan,tujuan dan kepuasannya. Baik yang bersumber dari dalam
(internal), maupun dari luar (eksternal). Jadi, setiap kegiatan yang
dilakukan individu selalu ada motivasinya.
2.4
Model Umum Motivasi
Model
umum motivasi mempunyai empat macam komponen, yaitu :
1.
Pembangkit tekanan (tension arousal)
2.
Tindakan (action)
3.
Sebuah perangsang (an
incentive)
4.
Pengurangan tekanan (tension
reduction)
Keterangan
: Seorang individu merasakan adanya tegangan yang timbul karena ada
kebutuhan yangbelum terpenuhi. Kemudian ia melakukan tindakan tertentu yang
bertujuan untukmemenuhi kebutuhan tersebut. Tindakannya itu diarahkan kepada
suatu sasaran atauperangsang yang dianggapnya mampu memenuhi kebutuhanya
tersebut. Dan bila iamendapatkan perangsang (insentif) itu maka akan terjadi
pengurangan tegangan atautekanan dalam dirinya.Dari model diatas, motivasi
dapat dianggap sebagai suatu proses homeostatik. Motivasimerupakan suatu
mekanisme kontrol seperti proses yang berlangsung dalam tubuhmanusia yang
mempertahankan keadaan yang seimbang dalam tubuh tersebut.Saat kadar glukosa
dalam darah berkurang, hati akan dirangsang oleh insulin untukmengubah glikogen
menjadi glukosa agar dapat digunakan sebagai tenaga untuk kontraksiotot.Dengan
proses yang sama, apabila seseorang yang mula-mula semua kebutuhannyaterpenuhi dipindahkan
pada keadaan di mana ada kebutuhan yang belum terpenuhi, ia akan melakukan
tindakan untuk mengembalikan dirinya hingga situasi yang sebelumnya atau pada
tingkat keseimbangan yang lebih diinginkan di mana terdapat imbangan
yangmemuaskan antara yang diperlukan dan yang dimilikinya.
2.5
Teori Motivasi
Ada lima teori motivasi
kontemporer, yaitu :
1.
Teori kebutuhan (Need
Theory ), terdiri dari :
a. Teori Hierarki KebutuhanTeori motivasi yang dikembangkan oleh
Abraham H. Maslow pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia
mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan,yaitu :1)Kebutuhan fisiologikal
(physiological needs), seperti : rasa lapar, haus,istirahat dan sex2)Kebutuhan
rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akantetapi juga
mental, psikologikal dan intelektual3)Kebutuhan akan kasih sayang (love
needs)4)Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya
tercermindalam berbagai simbol-simbol status) Aktualisasi diri (self
actualization), setiap orang memiliki potensi-potensitertentu dan biasanya
potensi tersebut cenderung ditransformasikan hinggatercapai prestasi melalui
perilaku yang tepat. Menurut Maslow, ” What a man canbe, he must be. ”Secara
analogi, istilah “hierarki” berarti anak tangga. Saat kita menaiki suatutangga,
kita akan mulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga danseterusnya.
Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti
seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua (dalamhal ini
rasa aman) sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, danpapan
terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasannya sebelumseseorang
merasa aman, demikian pula seterusnya. Namun pemuasan kebutuhan dengan urutan
yang telah dikemukakan bukanlahsuatu kejadian tunggal yang unik. Justru ia
bersifat siklis. Seseorang yangkebutuhan
pangannya telah terpenuhi, akan berusaha memenuhi kebutuhannyaakan rasa aman.
Tetapi pada akhirnya, ia akan merasa lapar lagi yangmengingatkannya pada
kebutuhan pangan.Selain itu ada juga orang yang makan karena lapar, tetapi ia
sekaligus dapatmemenuhi kebutuhannya akan kasih sayang atau sosial dengan makan
bersamasekelompok orang.Dalam hal ini, walaupun secara teori berbagai kebutuhan
telah didiferensiasikan, perilaku nyata menunjukkan adanya lebih dari satu
macam kebutuhan.
b. Teori ERGTeori ERG dikembangkan oleh Clayton Alderfer. ERG
merupakan huruf-huruf pertama dari tiga istilah yaitu :E = Existence
(kebutuhan akan eksistensi), R = Relatedness ( kebutuhan untuk berhubungan
dengan pihak lain, dan G = Growth ( kebutuhan akan pertumbuhan ). Alderfer
menekankan bahwa berbagai jenis kebutuhan manusia itu diusahakanpemuasannya
secara serentak. Pada teori ERG : Makin tidak terpenuhinya suatu kebutuhan
tertentu, makin besar pula keinginanuntuk memuaskannya. Apabila kebutuhan yang
lebih rendah telah dipuaskan maka keinginan untukmemenuhi kebutuhan yang lebih
tinggi semakin kuat.
Sebaliknya, semakin sulit memuaskan kebutuhan yang
tingkatnya lebih tinggi,semakin besar keinginan untuk memuaskan kebutuhan yang
lebih mendasar.Tampaknya pandangan ini didasarkan kepada sifat pragmatisme oleh
manusia.Artinya, karena menyadari keterbatasannya, seseorang dapat menyesuaikan
diripada kondisi obyektif yang dihadapinya dengan antara lain
memusatkanperhatiannya kepada hal-hal yang mungkin dicapainya.
c. Teori Tiga KebutuhanTeori yang dikembangkan oleh Atkinson dan
David McClelland ini meliputi :1)Achievement Motive (nAch) : Motif untuk
berprestasi2)Affiliation Motive (nAff): Motif untuk bersahabat.3)Power Motive
(nPow) : Motif untuk berkuasad.Teori Dua Faktor Teori yang dikembangkan
Frederich Herzberg sebagai Model Dua Faktor darimotivasi terdiri dari :1)Faktor
MotivasionalFaktor motivasional merupakan hal-hal yang mendorong untuk
berprestasi dandorongan tersebut bersifat intrinsik atau bersumber dari dalam
diri seseorang.Yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah
pekerjaanseseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan
dalamkarier dan pengakuan orang lain. 2) Faktor Hygiene (pemeliharaan)Faktor
hygiene merupakan faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik, artinyabersumber dari
luar diri seseorang yang turut menentukan perilaku dalamkehidupan oragn
tersebut.Faktor-faktor hygiene mencakup antara lain status seseorang dalam
organisasi,hubungan seorang individu dengan atasannya, hubungan seseorang
denganrekan-rekan sekerjanya, gaji atau upah yang layak, kebijakan organisasi,
sistemadministrasi dalam organisasi dan kondisi pekerjaan.
2.
Teori penetapan tujuan (Goal
Setting Theory )Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan
memiliki empat macammekanisme motivasional yakni :a.Tujuan-tujuan mengarahkan
perhatianb.Tujuan-tujuan mengatur upayac.Tujuan-tujuan meningkatkan
persistensid. Tujuan-tujunmenunjang
strategi-strategi dan rencana-rencanakegiatan.
3.
Teori Penguatan
(Reinforcement Theory )
Pemikiran
B.F. Skinner mengenai teori ini didasarkan atas “hukum pengaruh”, dimanamanusia
cenderung untuk mengulangi tindakan yang mempunyai konsekuensi
yangmenguntungkan dirinya dan mengelak dari tindakan yang mengakibatkan
konsekuensiyang merugikan.Sebagai contoh, ada seekor burung dara yang lapar.
jika ia mematuk-matuk lingkungansekitarnya, ia akan mendapatkan imbalan, dalam
arti bahwa burung dara tersebutmendapatkan makanannya. Akhirnya setiap kali ia lapar,
ia akan selalu mematuklingkungan sekitarnya.Sebaliknya jika burung dara
tersebut hanya berdiam diri menunggu makanan datang,besar kemungkinan tidak
akan ada makanan yang datang padanya (tidak ada imbalan)dan lama-lama tubuhnya
semakin lemah. Hal tersebut tentu merugikan dirinya sendiri.Hingga akhirnya ia
akan berusaha mematuk lingkungan sekitarnya agar mendapatkanmakanan. Tindakan
tersebut dianggap “diperkuat” (Reinforced ) dan burung daratersebut
belajar untuk membedakan antara perilaku yang mendapat imbalan danperilaku yang
tidak mendapat imbalan (merugikan).
4.
Teori Keadilan (Equity
Theory)Teori hasil pemikiran S. Adams ini berpandangan bahwa manusia terdorong
untukmenghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan
organisasidengan imbalan yang diterima. Sebagai ilustrasi, apabila seorang
pegawai mempunyaipersepsi bahwa gaji yang diterimanya tidak memadai, dua
kemungkinan dapat terjadi, yaitu : Seorang akan berusaha memperoleh
gaji/imbalan yang lebih besar, atau Mengurangi intensitas usaha yang dibuat
dalam melaksanakan tugas yangmenjadi tanggung jawabnya. Dalam menumbuhkan
persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakanempat hal sebagai
pembanding, yaitu : Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak
diterimaberdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan,
sifat pekerjaandan pengalamannya, Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam
organisasi yang kualifikasi dan sifatpekerjaannnya relatif sama dengan yang
bersangkutan sendiri, Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi
lain di kawasan yangsama serta melakukan kegiatan sejenis. Peraturan
perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenisimbalan yang merupakan
hak para pegawaiApabila sampai terjadi perspektif ketidakadilan maka akan timbul
berbagai dampaknegatif, seperti ketidakpuasan, sering terjadinya kecelakaan
dalam penyelesaian tugas,seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam
melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai
ke organisasi lain.
5.
Teori Pengharapan
(Expectancy Theory )Victor H. Vroom, dalam bukunya yang berjudul “Work And
Motivation” menyatakan teoriharapan yang berkata bahwa jika seseorang
menginginkan sesuatu dan harapan untukmemperoleh sesuatu itu cukup besar, yang
bersangkutan akan sangat terdorong untukmemperoleh hal yang diinginkannya itu.
Sebaliknya, jika harapan memperoleh hal yangdiinginkannya itu tipis,
motivasinya untuk berupaya akan menjadi rendah.
Selain
lima teori kontemporer diatas, masih banyak lagi teori-teori motivasi.
Diantaranya yaitu :
1. Teori-teoriBehavioral :
a.
Clark Hull, mengemukakan
Drive Reduction
Theory pada tahun 1943, yangmenyatakan bahwa yang terpenting dan menempati
posisi sentral dalam seluruhkegiatan manusia adalah kebutuhan biologis dan
pemuasan kebutuhan biologis.Suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup
menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi
kebutuhan tersebut, sehingga meningkatkankemungkinan bahwa makhluk hidup ini
akan melakukan respon berupa reduksikebutuhan (need reduction response).
b.
Pada periode 1935 - 1960,
Kurt Lewin mengajukan
Field Theory yang dipengaruhi
oleh prinsip dasar psikologi Gestalt. Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan
baik oleh manusia maupun oleh lingkungan. Menurut Lewin, besar gaya motivasi onal
pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya
ditentukan oleh tiga factor :
1)
Tension atau besar kecilnya
kebutuhan
2)
Valensi atau sifat objek
tujuan
3)
Jarak psikologis orang
tersebut dari tujuan. Semakin dekat seseorang dengantujuannya, semakin besar
gaya motivasinya. Sebagai contoh, seorang pelariyang sudah kelelahan melakukan
sprint ketika ia melihat atau mendekati garisfinish, semangatnya muncul lagi
untuk lebih cepat berlari.
2. Teori-teoriCognitive:
Pada tahun 1957 Leon Festinger mengajukan Cognitive
Dissonance Theory. Istilahtersebut berhubungan dengan persepsi serta evaluasi
(kognisi) dua unit informasi ataulebih yang bertentangan atau tidak bersifat
harmonis (disonan). Jika terdapatketidakcocokan antar unit informasi tersebut
maka kita akan bereaksi untukmenyelesaikan konflik dan ketidakcocokan ini.
3. Teori-teori Psychoanalytic
a.
Salah satu teori yang sangat
terkenal dalam kelompok teori ini adalah Psychoanalytic Theory
atauPsychosexual Theory yang dikemukakan oleh Freud(1856 - 1939). Model
tentang motivasi menurut Freud terdiri dari tiga bagian :
1)
ID yaitu dorongan-dorongan
yang tak terkendali,
2)
Ego yaitu prinsip realitas
yang mempengaruhi dorongan-dorongan tersebut dalam pengalaman hidup yang nyata,
3)
Superego (hati nurani) yaitu
yang mengendalikan kedua macam mekanisme tersebut Freud menitik beratkan
teorinya pada persoalan seks yang kemudian dimodifikasi oleh para pengikutnya.
Erik Erikson yang merupakan murid Freud menentang pendapat Freud.
Erikmenyatakan dalam Theory of Socioemotional Development atau Psychosocial Theory bahwa
yang paling mendorong perilaku manusia dan pengembangan pribadiadalah interaksi
sosial.
4. Teori-teori Social Learning Social Learning
Theory (1954) yang diajukan oleh Julian Rotter menaruh perhatianpada apa
yang dipilih seseorang ketika dihadapkan pada sejumlah alternatif bagaimana akan
bertindak. Untuk menjelaskan pilihan, atau arah tindakan, Rotter mencoba
menggabungkan dua pendekatan utama dalam psikologi, yaitu pendekatan stimulus-response
atau reinforcement dan pendekatan cognitive atau field . Menurut
Rotter,motivasi merupakan fungsi dari harapan dan nilai reinforcement.
5. Teori\Social CognitionTokoh dariSocial Cognition
Theory adalah Albert Bandura. Melalui berbagai eksperimen, Bandura dapat
menunjukkan bahwa penerapan konsekuensi tidak diperlukan agar pembelajaran
terjadi. Pembelajaran dapat terjadi melalui prosessederhana dengan mengamati
aktivitas orang lain. Bandura menyimpulkan penemuannya dalam pola empat langkah
yang mengkombinasikan pandangan kognitif dan pandangan belajar operan,
yaitu:
a.
Attention memperhatikan dari
lingkungan
b.
Retention mengingat apa yang
pernah dilihat atau diperoleh
c.
Reproduction, melakukan
sesuatu dengan cara meniru dari apa yang dilihat
d.
Motivation, lingkungan
memberikan konsekuensi yang mengubah kemungkinanperilaku yang akan muncul lagi
(reinforcement and punishment).
6. Teori Curiosity BerlynePada tahun 1960 Berlyne mengemukakan sebuah
Teori tentang Curiosity atau rasaingin tahu. Menurut Berlyne,
ketidakpastian muncul ketika kita mengalami sesuatu yang baru, mengejutkan,
tidak layak, atau kompleks. Ini akan menimbulkan rangsangan yangtinggi dalam
sistem syaraf pusat kita. Respon manusia ketika menghadapi suatu ketidakpastian
inilah yang disebut dengan curiosity atau rasa ingin
tahu.Curiosity akan mengarahkan manusia kepada perilaku yang berusaha
mengurangi ketidakpastian.
2.6
Jenis Motivasi
Motivasi
dapat diklasifikasikan menjadi dua:
3
Motivasi intrinsik, yaitu
motivasi internal yang timbul dari dalam diri pribadi seseorangitu sendiri,
seperti sistem nilai yang dianut, harapan, minat, cita-cita, dan aspek lainyang
secara internal melekat pada seseorang.
4
Motivasi ekstrinsik, yaitu
motivasi eksternal yang muncul dari luar diri pribadiseseorang, seperti kondisi
lingkungan kelas-sekolah, adanya ganjaran berupa hadiah(reward) bahkan karena
merasa takut oleh hukuman (punishment) merupakan salahsatu faktor yang
mempengaruhi motivasi)
2.7
Indikator Motivasi
Abin
Syamsuddin Makmun mengemukakan bahwa untuk memahami motivasi individudapat
dilihat dari beberapa indikator, diantaranya:
1.
Durasi kegiatan.
2.
Frekuensi kegiatan.
3.
Persistensi atau ketekunan
pada kegiatan.
4.
Ketabahan, keuletan dan
kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan kesulitan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
·
Pengertian Motivasi
Motivasi
berasal dari kata lain “MOVERE” yang berarti dorongan atau daya penggerak.
·
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Ø Faktor Internal; faktor yang berasal dari dalam diri individu,
terdiri atas:
o
Persepsi
o
Harga diri dan prestasi
o
Harapan
o
Kebutuhan
o
Kepuasan kerja
Ø
Faktor Eksternal; faktor
yang berasal dari luar diri individu, terdiri atas
o
Jenis dan sifat pekerjaan
o
Kelompok kerja dimana
individu bergabung
o
Situasi lingkungan pada
umumnya
o
Sistem imbalan yang diterima
·
Devinisi Motivasi
Motivasi
adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak
·
Teori-teori motivasi
v Teori Insentif : Yaitu teori yang mengatakan bahwa
seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan
dia dapatkan.
v Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah
seksual saja.
v Teori Hirarki Kebutuhan : Teori ini dikenalkan oleh Maslow
sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow.
v Takut Kehilangan vs Kepuasan: Teori ini mengatakan bahwa apda
dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan
demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan).
v Kejelasan Tujuan: Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak
jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti.
·
Model Umum Motivasi
Ø Pembangkit tekanan (tension arousal)
Ø Tindakan (action)
Ø Sebuah perangsang (an incentive)
Ø Pengurangan tekanan (tension reduction)
·
Indikator Motivasi
Diantaranya:
v Durasi kegiatan.
v Frekuensi kegiatan.
v Persistensi atau ketekunan pada kegiatan.
v Ketabahan, keuletan dan kemampuan dalam mengahadapi rintangan dan
kesulitan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.co.id/search?q=motivasi&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:id:official&client=firefox-a
http://www.duniapsikologi.com/pengertian-motivasi/

Comments
Post a Comment